ARIS BERENCANA JALAN-JALAN DENGAN ANAK DAN ISTERI
Nama lengkap : Januarisman Runtuwene Nama panggilan : Aris Tanggal lahir : 25 Januari 1986
Sebagai seseorang yang dulu berprofesi sebagai pengamen di Kereta Rel Listrik dan Terminal Kampung Melayu, Aris selalu senang dipuji maupun dikritik oleh orang lain. Menurutnya, semua itu adalah bentuk perhatian yang berbeda penyalurannya saja. Kritik itu dianggapnya berguna demi kemajuan dirinya, terutama jika datangnya dari para juri yang sudah sangat berpengalaman di bidang musik. Jika ditanya apa yang menurutnya adalah kelebihan seorang Aris dibanding dua kontestan lainnya, jawabnya adalah suara yang berkarakter. Namun Aris juga tak pelak mengakui, Patudu dan Gisel lebih berdinamika dalam bernyanyi dibanding dirinya, baik dari segi aksi panggung maupun interpretasi lagu dan teknik vokal. Aris menyadari kekurangannya adalah dalam hal koreografi dan blocking panggung. Walau tahu bahwa ia ‘kaku’ dan agak sulit menghafal gerakan, Aris tetap berusaha keras dan tentunya hal itu tidak menjadikan dirinya berkecil hati. Dengan tujuan membahagiakan orangtua dan keluarga, Aris bertekad jika ia yang menjadi Indonesian Idol berikutnya, ia akan mengirim orangtuanya naik haji seperti yang sudah dicita-citakan sejak lama. Kegiatan di karantina ini tentunya sangat berbeda dengan keseharian Aris dulu. Jika sebelum menjadi bagian dari Indonesian Idol Aris bisa bangun siang dan banyak nonton TV, disini ia dituntut untuk mengikuti jadwal yang cukup padat dan ketat dimulai dari pagi hingga malam hari. Mulai dari persiapan untuk penampilan di panggung Spektakuler dengan para pelatih vokal, koreografi, hingga fitting dan photo session saat mengunjungi media-media. Terkadang Aris mengakui ia sedikit jenuh dengan rutinitas yang ada. Tapi menurutnya, adanya jadwal itu membuat dirinya jadi orang yang lebih teratur, dan jika ia sudah berhasil bertahan hingga sejauh ini, Aris tak ingin merusak apa yang sudah susah diraihnya dengan menolak mengorbankan sedikit kebebasannya. Aris ingin terus maju demi orangtua, isteri dan anaknya yang masih bayi. Selain jalan-jalan, hobi pria bertindik ini adalah tidur. Maka tiap ada kesempatan di sela-sela jadwal yang sekarang sangat padat, Aris akan berusaha menyempatkan tidur dalam situasi apa pun. Untuk menghindari kejenuhan dan menambah semangat dalam berlatih, Aris merasa solusinya adalah bertemu dengan keluarga. Dengan begitu ia kembali teringat alasan ia masih ingin bertahan di kompetisi ini, yaitu orang-orang terkasihnya. Pengalaman paling tidak terlupakan selama hidupnya adalah ketika ayahnya berhenti bekerja dan terpaksa Aris yang masih duduk di bangku SMP putus sekolah dan mencari uang dengan menjadi pengamen jalanan. Di kompetisi ini, ia sebenarnya menjagokan Aji dan Dela, dengan alasan ia menganggap Dela sangat berkualitas sedangkan Aji adalah yang paling unik dan berbeda baik dari segi penampilan maupun karakter suara. Maka jika hingga 3 Besar ini ia masih bisa bertahan, Aris sangat bersyukur bahwa Indonesia masih terus mempercayai dan terus mendukung dirinya. Menurutnya, pribadi seorang Aris sangat simpel dan sederhana. Ia mengatakan apa yang ia pikirkan, terkadang tanpa disaring lagi, sehingga sering menyebabkan banyak pihak menyalahartikan sikapnya. Selain kedua orangtua, Aris juga sangat merindukan Fany sang isteri, dan Mokalist Rasya, anaknya yang masih bayi. Maka ia akan mendedikasikan seluruh perjuangannya bagi mereka yang selama beberapa bulan belakangan ini ia tinggalkan demi cita-citanya menjadi seorang penyanyi.
Setelah melalui berbagai tahapan sejak audisi hingga berangkat ke Jakarta untuk babak Eliminasi dan Workshop, perjuangan Aris kini sudah mencapai babak akhir, yaitu Grand Final. Hanya tinggal satu langkah lagi menuju gelar Indonesian Idol. Kali ini Aris diberi kesempatan untuk pulang kembali ke rumahnya yang juga berada di Jakarta. Rencananya, hari Minggu 20 Juli 2008, dari pagi hari Aris akan mengadakan syukuran yang sudah dipersiapkan oleh Fany, sang isteri, dari jauh-jauh hari. Keluarganya juga mempersiapkan konser mini bersama anak-anak dan rekan-rekan pengamen di sekitar rumahnya untuk membuktikan bahwa Aris tetap tidak lupa pada asal-usul dan latar belakang ia terjun ke dunia tarik suara. Sore harinya ia akan mengunjungi mall-mall di bilangan Bekasi dan interview di radio-radio lokal. Senin 21 Juli 2008, Aris dijadwalkan untuk bertemu Gubernur DKI Bapak Fauzi Bowo dan Walikota Bekasi Bapak Mochtar Mohamad. Jika ditanya, rencana apa yang ingin ia lakukan bersama keluarga yang sudah lama tidak ditemuinya, Aris mengatakan ia ingin mengajak keluarganya, terutama anak dan isterinya jalan-jalan. Ia juga berencana bermain-main seharian dengan anak dan ingin sekali bernyanyi di kereta seperti dulu. Menurutnya, selain nostalgia, bernyanyi di kereta juga adalah caranya berkampanye dan berinteraksi dengan rekan-rekan seperjuangannya para pengamen.
Apakah Aris akan sukses meraih gelar the next Indonesian Idol? ? Tunggu dan saksikan hanya di RCTI Live mulai pukul 20.00 WIB!
|